Fc Kareeb Junior website

Terimakasih atas kunjungan anda di halaman KSS (Kareeb Soccer School)

Well Come to our Website..

Fair-Play... !! Stop Pencurian Umur !!

Let's Joint Us..!

Bersama Kita membangun generasi muda yang sehat dan berprestasi tanpa Narkoba...!!

sertifikat SBAI

congratulation..!

Do like Top Players

step by step to the winner

Let's Joint Us..!

One for All - All for One

Wednesday, 13 November 2013

Donatur untuk KSS


Alhamdulillah KSS (Kareeb Soccer School ) mendapatkan bantuan operasional dari salah satu donatur kami... mudah2an menjadi Donatur tetap kami yang bisa mensuport kebutuhan KSS.. amiiinnn ...
langsung saja deh kami menuju tempat pembuatan Bola sepak :D ...
tidak lama .. tidak banyak milih-milih.. yang penting bulat dan bisa di tendang..hhh
tidak banyak yang bisa di beli ...7 buah cukup untuk tambahan anak2 belajar menendang si kulit bundar...
semangat yah ...
Rajin Berlatihnya....
mudah-mudahan KSS (Kareeb Soccer School ) makin berkualitas...
tetap exis membina generasi muda yang berprestasi...
kareeb....kareebb...kareebbb....
MANTAPPP....

Jika anda tertarik menjadi Donatur tetap kami... kami akan sangat Senang sekali... artinya kami tidak sendiri menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan yang semakin kuat saat ini....
bantu kami dan dukung kami...

KSS (Kareeb Soccer School )



Dirikanlah sholat dimanapun kamu berada

pemain sepak bola islam
Dirikanlah sholat dimanapun kamu berada....
Dilapangan bola ..... MANTAPPPP.....!!!

Apa yang dimaksud VO2 Max


 
 
VO2 MAX
Ada pemahaman yang kurang tepat di dunia sepak bola Indonesia mengenai VO2 Max. Seolah, kadar volume paru-paru seorang pemain dalam menampung oksigen tersebut adalah hal yang vital dalam sebuah pertandingan sepak bola.
Menurut Performance Analaysis PERSIB, Jaino Matos, sering kali dalam pemberitaan di media Indonesia, pemain yang baru saja mendapatkan hasil VO2 Max tertinggi dianggap paling dominan dan paling hebat fisiknya. "Padahal tidak begitu. Belum tentu yang VO2 maxnya tertinggi akan mampu bertahan selama 90 menit di lapangan," tegasnya di sela-sela tes fisik tim Diklat PERSIB U-19 Senin (11/11).
Itu lah kenapa Jaino tidak langsung memberikan tes untuk mengukur VO2 Max anak asuhnya siang tadi. Lebih lanjut ia menerangkan bahwa kecerdikan pemain dalam mengatur ritme fisiknya lah yang menjadi kunci mampu tidaknya ia tetap stabil sepanjang pertandingan.
"Seorang pemain harus benar-benar efektif dalam mengeluarkan tenaganya. Dia tahu kapan harus akselarasi dengan speed dan kapan harus menghemat tenaganya," terang pria asal Brasil yang didapuk sebagai pelatih Diklat PERSIB U-19 itu.
Senada dengan apa yang dikatakan Jaino, Agus Yudiana Msc. PhD. mengutarakan bahwa tes fisik bagi pemain sepak bola tak melulu dilihat dari kadar VO2 Maxnya. "Tes fisik memang untuk mengetahui kapasitas seorang pemain. Tapi nantinya diimplementasikan di latihan terus menerus agar di memory dia tertanam bagaimana dia harus berbuat efektif saat pertandingan," jelas Agus.
"Intelegensi seorang pemain yang jadi kunci. Bagaimana mental dia dan efektifitasnya saat pertandingan nanti," lanjut pria yang mendapatkan gelar MSc dan PhD-nya di Jepang tersebut.
Meski VO2 Max-nya tinggi, seorang pemain bisa saja drop di tengah-tengah pertandingan jika tidak efektif dan ada pressure tinggi dalam mentalnya. "Saat mental kita tertekan, otot-otot kita ikut tegang dan itu bisa mempercepat habisnya stamina kita," terang Agus.
VO2 Max sendiri menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Sport Science di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia (FPOK UPI) itu dipengaruhi dua hal. Yakni faktor genetikal seperti seorang pemain yang lahir dan besar di dataran tinggi. Biasanya mereka yang lahir di sana memiliki kadar VO2 Max lebih tinggi ketimbang yang lahir di dataran rendah. Sisanya bisa dibenahi melalui latihan.